Hutang jangka panjang yang dijamin dengan aktiva tak bergerak. Contoh : gedung, kendaraan, tanah, dll
Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh dibawah ini :
Pada tanggal 1 April 2010 PT. MATAINDAH mendapat pinjaman Rp. 100.000.000 dengan jangka waktu 10 tahun dan bunga 12% per tahun. Bunga dibayarkan setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Sebagai jaminan diserahkan sebidang tanah. Pinjaman diangsur 10 kali angsuran, angsuran pertama 1 Oktober 2010. PT. MATAINDAH jua menanggung provisi materai dan biaya administrasi sebesar Rp. 600.000
Kas Rp. 99.400.000
Beban bunga Rp. 600.000
Hutang hipotik Rp. 100.000.000
2. Jurnal pembayaran angsuran I (1 Oktober 2010)
Hutang hipotik Rp. 10.000.000
Beban bunga Rp. 6.000.000
Kas Rp. 16.000.000
Bunga : (6/12 x 12/100 x Rp. 100.000.000 = Rp. 6.000.0000
3. Jurnal penyesuaian (31 Desember 2010)
Beban bunga Rp. 2.700.000
Hutang bunga Rp. 2.700.000
(Rp.100.000.000 – Rp. 10.000.000 = Rp. 90.000.000)
(3/12 x 12/100 x Rp. 90.000.000 = Rp. 2.700.000)
Hutang hipotik Rp. 10.000.000
Hutang jangka panjang segera jatuh tempo Rp. 10.000.000
4. Jurnal Pembalik (1 Januari 2011)
Hutang bunga Rp. 2.700.000
Beban bunga Rp. 2.700.000
Hutang jangka panjang segera jatuh tempo Rp. 10.000.000
Hutang hipotik Rp. 10.000.000
5. Jurnal pembayaran anguran II (1 April 2011)
Hutang hipotik Rp. 10.000.000
Beban bunga Rp. 5.400.000
Kas Rp. 15.400.000
(Rp. 100.000.000 – Rp. 10.000.000 = Rp. 90.000.000)
(6/12 x 12/100 x Rp. 90.000.000 = Rp. 5.400.000)
Sumber : monicacamo.blogspot.com






0 komentar:
Posting Komentar