Sabtu, 31 Oktober 2015

analisis laporan keuangan

TUGAS MATA KULIAH
AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH I



MENGANALISIS NERACA DALAM LAPORAN KEUANGAN
PT. MARTINA BERTO DAN ANAK PERUSAHAAN dengan
PT. MANDOM INDONESIA Tbk.

Dosen Pengampu :
Kurniawan, SE, M.Si

Di SusunOleh:
Nama: Dwi Septiyaningsih
Nim   : 411140006
Prodi : Akuntansi/3

UNIVERSITAS PERADABAN BUMIAYU

OKTOBER 2015






            Analisis terhadap laporan keuangan suatu  perusahaan  untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan.
 Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang.  Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama periode  tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan.  Kinerja Keuangan ialah hasil kegiatan operasi perusahaan yang disaikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode sekarang harus dibandingkan dengan:
(1)    Kinerja keuangan periode masa lalu,
(2)    Anggaran neraca dan rugi laba,dan
(3)    rata- rata kinerja keuangan perusahaan sejenis.
Hasil perbandingan itu menunjukkan penyimpangan yang menguntungkan atau merugikan, kemudian penyimpangan itu dicari penyebabnya. Setelah ditemukan penyebab penyimpangan, manajemen mengadakan perbaikan dalam perencanaan dan perbaikan dalam pelaksanaan.kegiatan perusahaan dapat disajikan dakam laporan keuangan yang terdiri dari:
1)      Lapoaran posisi keuangan (Balance Sheet)
2)      Laporan Rugi-Laba (Income Statement)
3)      Laporan Laba Ditahan (Retained earning Statement)
4)      Laporan sumber dan Penggunaan Dana (Source and Application of Fund atau laim disebut Cash Flow Statement)  
Analisis laporan keuangan mencakup perbandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Untuk keperluan evaluasi maka perlu menganalisis laporan keuangan dengan cara menghubungkan elemen-elemen yang ada dalam laporan keuangan atau sering disebut analisis rasio keuangan.


ANALISIS NERACA PT. MARTINA BERTO Tbk DAN ENTITAS ANAK
Rasio Likuiditas
 Rasio likuiditas menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Posisi likuiditas perusahaan akan sangat berhubungan dengan kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya.

1.      Rasio lancer / Current ratio
Current ratio adalah rasio yang mebandingkan antara aktiva lancar dengan hutang jangka pendek. Dari contoh laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk di atas bisa dihitung besarnya current ratio sebagai berikut :

Current ratio 20081,920551999

Current ratio 2009

Dari perhitungan tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 1,92  aktiva lancar pada tahun 2008 sedangkan pada tahun 2009 diartikan bahwa setiap Rp 1,00  hutang lancer dijamin dengan 1,76 aktiva lancar.
 Ini menunjukan bahwa hasil dari perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di tahun 2008. Tujuan untuk menghitung nilai rasio lancar adalah untuk mengukur kemampuan membayar utang jangka pendek. Semakin tinggi nilai current ratio semakin besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya.






2.      Rasio Cepat / acidtest ratio
Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan. 
Dari contoh laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk di atas bisa dihitung besarnya quick ratio :

quick ratio 20081,432251102

quick ratio 20090,952417212

Dari perhitungan tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 1,43 aktiva yang paling lancar pada tahun 2008 sedangkan pada tahun 2009 setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 0,95 aktiva yang paling lancar.
Ini menunjukan bahwa hasil dari perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di tahun 2008. Tujuan dari menghitung Rasio Cepat adalah untuk mengukur likuiditas jangka pendek.
3.      Rasio Cakupan Uang Tunai Lancar
Rasio Cakupan uang tunai lancar dapat dihitung dengan cara jumlah Kas dibagi dengan Kewajiban Lancar. Dari contoh laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk di atas bisa dihitung besarnya Rasio cakupan uang tunai lancer sebagai berikut :

Tahun 20080,147824876

Tahun 20090,11234387
Di tahun 2008 menunjukan hasil rasio cakupan uang tunai lancarnya adalah 0,147824876, sedangkan pada tahun 2009 hasilnya adalah 0,11234387. Dari keduanya jumlah rasio cakupan ditahun 2008 lebih besar dari pada ditahun 2009. Tujuan mencari rasio cakupan uang tunai lancar adalah dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya dalam suatu tahun dari operasinya.

4.         Hutang terhadap total aktiva
Tahun 2008

Tahun 20090,016594506

Perbandingan dari keduanya jelas terlihat bahwa hasil hutang terhadap total aktiva di tahun 2009 lebih besar dibandingkan dengan di tahun 2008. Tujuan dari mencari hutang terhadap total aktiva adalah untuk mengukur presentase total aktiva yang diberikan oleh kreditor.

5.         Rasio Hutang
Tahun 20080,045314631

Tahun 20090,050660948
Dihasil kali ini tahun 2009 rasio hutangnya lebih besar dari pada rasio hutang ditahun 2008. Tujuan menghitung rasio hutang adalah untuk menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.






ANALISIS NERACA PT. MANDOM INDONESIA Tbk.
Rasio Likuiditas
 Rasio likuiditas menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban lancar. Posisi likuiditas perusahaan akan sangat berhubungan dengan kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya.

1.      Rasio lancer / Current ratio
Current ratio adalah rasio yang mebandingkan antara aktiva lancar dengan hutang jangka pendek. Dari contoh laporan keuangan PT. Mandom Indonesia Tbk di atas bisa dihitung besarnya current ratio sebagai berikut :

Current ratio 201010,6844899

Current ratio 2011 11,7428186

Dari perhitungan tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 10,68  aktiva lancar pada tahun 2010 sedangkan pada tahun 2011 diartikan bahwa setiap Rp 1,00  hutang lancer dijamin dengan 11,74 aktiva lancar.
 Ini menunjukan bahwa hasil dari perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di tahun 2011 dari pada 2010. Tujuan untuk menghitung nilai rasio lancar adalah untuk mengukur kemampuan membayar utang jangka pendek. Semakin tinggi nilai current ratio semakin besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya.




2.      Rasio Cepat / acidtest ratio
Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan persediaan. 
Dari contoh laporan keuangan PT. Mandom Indonesia Tbk di atas bisa dihitung besarnya quick ratio :

Tahun  2008

Tahun  2009 6,876500837

Dari perhitungan tersebut dapat diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 7,30 aktiva yang paling lancar pada tahun 2008 sedangkan pada tahun 2009 setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 6,87 aktiva yang paling lancar.
Ini menunjukan bahwa hasil dari perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di tahun 2008. Tujuan dari menghitung Rasio Cepat adalah untuk mengukur likuiditas jangka pendek.
3.      Rasio Cakupan Uang Tunai Lancar
Rasio Cakupan uang tunai lancar dapat dihitung dengan cara jumlah Kas dibagi dengan Kewajiban Lancar. Dari contoh laporan keuangan PT. Mandom Indonesia Tbk di atas bisa dihitung besarnya Rasio cakupan uang tunai lancer sebagai berikut :

Tahun 20102,25841531

Tahun 20111,57056808

Di tahun 2010 menunjukan hasil rasio cakupan uang tunai lancarnya adalah 2,25841531, sedangkan pada tahun 2011 hasilnya adalah 1,57056808. Dari keduanya jumlah rasio cakupan ditahun 2010 lebih besar dari pada ditahun 2011. Tujuan mencari rasio cakupan uang tunai lancar adalah dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya dalam suatu tahun dari operasinya.

4.         Hutang terhadap total aktiva
Tahun 20100,0094303294596

Tahun 20119787059343
Perbandingan dari keduanya jelas terlihat bahwa hasil hutang terhadap total aktiva di tahun 2010 lebih besar dibandingkan dengan di tahun 2011. Tujuan dari mencari hutang terhadap total aktiva adalah untuk mengukur presentase total aktiva yang diberikan oleh kreditor.

5.         Rasio Hutang
Tahun 20100,010412237

Tahun 20111122316547
Dihasil kali ini tahun 2010 rasio hutangnya lebih besar dari pada rasio hutang ditahun 2011. Tujuan menghitung rasio hutang adalah untuk menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.



Kesimpulannya adalah Dari kedua analisis tersebut, bahwa perbandingan antara PT. Martina Berto Tbk dengan PT. Mandom Indonesia Tbk adalah pada Rasio Lancarnya lebih besar di PT. Mandom Indonesia Tbk, Rasio Cepatnya lebih besar di PT. Mandom Indonesia Tbk, Rasio Cakupan Uang Tunai Lancar lebih besar di PT. Mandom Indonesia Tbk, Hutang terhadap Total Aktiva lebih besar di PT. Martina Berto Tbk, Rasio Hutang lebih besar di PT. Martina Berto Tbk. Jadi, dapat disimpulkan dari analisis neraca antara PT. Martina Berto Tbk dengan  PT. Mandom Indonesia Tbk, hasil dari PT. Mandom Indonesia Tbk lebih besar hasilnya dari pada di PT. Martina Berto Tbk.





0 komentar: