TUGAS MATA KULIAH
AKUNTANSI KEUANGAN
MENENGAH I

MENGANALISIS NERACA DALAM LAPORAN KEUANGAN
PT.
MARTINA BERTO DAN ANAK PERUSAHAAN dengan
PT.
MANDOM INDONESIA Tbk.
Dosen Pengampu :
Di SusunOleh:
Nama: Dwi Septiyaningsih
Nim : 411140006
Prodi : Akuntansi/3
UNIVERSITAS PERADABAN BUMIAYU
OKTOBER
2015
Analisis
terhadap laporan keuangan suatu perusahaan untuk mengetahui tingkat profitabilitas
(keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan.
Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio
keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat
membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa
datang. Laporan keuangan yang disusun secara baik dan
akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil yang telah
dicapai oleh suatu perusahaan selama periode
tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Kinerja Keuangan ialah hasil kegiatan operasi
perusahaan yang disaikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan
periode sekarang harus
dibandingkan dengan:
(1) Kinerja
keuangan periode masa lalu,
(2) Anggaran
neraca dan rugi laba,dan
(3) rata-
rata kinerja keuangan perusahaan sejenis.
Hasil
perbandingan itu
menunjukkan penyimpangan yang menguntungkan atau merugikan, kemudian penyimpangan
itu dicari penyebabnya. Setelah ditemukan penyebab penyimpangan, manajemen
mengadakan perbaikan dalam perencanaan dan perbaikan dalam pelaksanaan.kegiatan
perusahaan dapat disajikan dakam laporan keuangan yang terdiri dari:
1) Lapoaran
posisi keuangan (Balance Sheet)
2) Laporan
Rugi-Laba (Income Statement)
3) Laporan
Laba Ditahan (Retained earning Statement)
4) Laporan
sumber dan Penggunaan Dana (Source and Application of Fund atau laim disebut
Cash Flow Statement)
Analisis laporan keuangan mencakup perbandingan
kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Untuk
keperluan evaluasi maka perlu menganalisis laporan keuangan dengan cara
menghubungkan elemen-elemen yang ada dalam laporan keuangan atau sering disebut
analisis rasio keuangan.
ANALISIS NERACA PT. MARTINA BERTO Tbk DAN
ENTITAS ANAK
Rasio
Likuiditas
Rasio
likuiditas menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban
lancar. Posisi likuiditas perusahaan akan sangat berhubungan dengan kemampuan
perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya.
1. Rasio lancer / Current
ratio
Current ratio adalah rasio
yang mebandingkan antara aktiva lancar dengan hutang jangka pendek. Dari contoh
laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk di atas bisa dihitung besarnya current
ratio sebagai berikut :
Current ratio 2008
1,920551999
Current ratio
2009
Dari perhitungan tersebut dapat
diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 1,92 aktiva lancar pada tahun 2008 sedangkan pada
tahun 2009 diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancer dijamin dengan 1,76 aktiva
lancar.
Ini
menunjukan bahwa hasil dari perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di
tahun 2008. Tujuan untuk
menghitung nilai rasio lancar adalah untuk mengukur kemampuan membayar utang
jangka pendek. Semakin tinggi nilai current ratio semakin besar
kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya.
2.
Rasio
Cepat / acidtest ratio
Rasio
ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Dari contoh laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk di
atas bisa dihitung besarnya quick ratio :
quick ratio
2008
1,432251102
quick ratio 2009
0,952417212
Dari perhitungan tersebut dapat diartikan
bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 1,43 aktiva yang paling
lancar pada tahun 2008 sedangkan pada tahun 2009 setiap
Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 0,95
aktiva yang paling lancar.
Ini menunjukan bahwa hasil dari
perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di tahun 2008. Tujuan dari
menghitung Rasio Cepat adalah untuk mengukur likuiditas jangka pendek.
3.
Rasio
Cakupan Uang Tunai Lancar
Rasio
Cakupan uang tunai lancar dapat dihitung dengan cara jumlah Kas dibagi dengan
Kewajiban Lancar. Dari contoh laporan keuangan PT. Martina Berto Tbk di
atas bisa dihitung besarnya Rasio cakupan uang tunai lancer sebagai berikut :
Tahun
2008
0,147824876
Tahun
2009
0,11234387
Di tahun 2008 menunjukan hasil rasio
cakupan uang tunai lancarnya adalah 0,147824876,
sedangkan pada tahun 2009
hasilnya adalah 0,11234387.
Dari keduanya jumlah rasio cakupan ditahun 2008
lebih besar dari pada ditahun 2009.
Tujuan mencari rasio cakupan uang tunai lancar adalah dapat mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya dalam suatu tahun dari
operasinya.
4.
Hutang
terhadap total aktiva
Tahun
2008
Tahun
2009
0,016594506
Perbandingan dari keduanya jelas terlihat
bahwa hasil hutang terhadap total aktiva di tahun 2009 lebih besar
dibandingkan dengan di tahun 2008.
Tujuan dari mencari hutang terhadap total aktiva adalah untuk mengukur
presentase total aktiva yang diberikan oleh kreditor.
5.
Rasio
Hutang
Tahun
2008
0,045314631
Tahun
2009
0,050660948
Dihasil kali ini tahun 2009 rasio hutangnya lebih
besar dari pada rasio hutang ditahun 2008.
Tujuan menghitung rasio hutang adalah untuk menunjukkan kemampuan modal
sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.
ANALISIS NERACA PT.
MANDOM INDONESIA Tbk.
Rasio
Likuiditas
Rasio
likuiditas menunjukkan hubungan kas dan aktiva lancar lainnya dengan kewajiban
lancar. Posisi likuiditas perusahaan akan sangat berhubungan dengan kemampuan
perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya.
1. Rasio lancer / Current
ratio
Current ratio adalah rasio
yang mebandingkan antara aktiva lancar dengan hutang jangka pendek. Dari contoh
laporan keuangan PT. Mandom Indonesia Tbk di atas bisa dihitung besarnya
current ratio sebagai berikut :
Current ratio 2010
10,6844899
Current ratio 2011
11,7428186
Dari perhitungan tersebut dapat
diartikan bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 10,68 aktiva lancar pada tahun 2010 sedangkan pada
tahun 2011 diartikan bahwa setiap Rp 1,00
hutang lancer dijamin dengan 11,74 aktiva lancar.
Ini
menunjukan bahwa hasil dari perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di
tahun 2011 dari pada 2010.
Tujuan untuk menghitung nilai rasio lancar adalah untuk mengukur kemampuan
membayar utang jangka pendek. Semakin tinggi
nilai current ratio semakin besar kemampuan perusahaan untuk melunasi
hutangnya.
2.
Rasio
Cepat / acidtest ratio
Rasio
ini berguna untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka
pendek tanpa mengandalkan persediaan.
Dari contoh laporan keuangan PT. Mandom Indonesia Tbk di
atas bisa dihitung besarnya quick ratio :
Tahun 2008
Tahun 2009
6,876500837
Dari perhitungan tersebut dapat diartikan
bahwa setiap Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 7,30 aktiva yang paling
lancar pada tahun 2008 sedangkan pada tahun 2009 setiap
Rp 1,00 hutang lancar dijamin dengan Rp 6,87
aktiva yang paling lancar.
Ini menunjukan bahwa hasil dari
perbandingan keduannya lebih besar nilai rasio di tahun 2008. Tujuan dari
menghitung Rasio Cepat adalah untuk mengukur likuiditas jangka pendek.
3.
Rasio
Cakupan Uang Tunai Lancar
Rasio
Cakupan uang tunai lancar dapat dihitung dengan cara jumlah Kas dibagi dengan
Kewajiban Lancar. Dari contoh laporan keuangan PT. Mandom Indonesia Tbk
di atas bisa dihitung besarnya Rasio cakupan uang tunai lancer sebagai berikut
:
Tahun
2010
2,25841531
Tahun
2011
1,57056808
Di
tahun 2010 menunjukan hasil rasio
cakupan uang tunai lancarnya adalah 2,25841531,
sedangkan pada tahun 2011
hasilnya adalah 1,57056808.
Dari keduanya jumlah rasio cakupan ditahun 2010
lebih besar dari pada ditahun 2011.
Tujuan mencari rasio cakupan uang tunai lancar adalah dapat mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi kewajiban lancarnya dalam suatu tahun dari
operasinya.
4.
Hutang
terhadap total aktiva
Tahun
2010
0,0094303294596
Tahun
2011
9787059343
Perbandingan
dari keduanya jelas terlihat bahwa hasil hutang terhadap total aktiva di tahun
2010 lebih besar
dibandingkan dengan di tahun 2011.
Tujuan dari mencari hutang terhadap total aktiva adalah untuk mengukur
presentase total aktiva yang diberikan oleh kreditor.
5.
Rasio
Hutang
Tahun
2010
0,010412237
Tahun
2011
1122316547
Dihasil
kali ini tahun 2010 rasio
hutangnya lebih besar dari pada rasio hutang ditahun 2011. Tujuan menghitung
rasio hutang adalah untuk menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk
memenuhi seluruh kewajibannya.
Kesimpulannya adalah Dari
kedua analisis tersebut, bahwa perbandingan antara PT. Martina Berto Tbk
dengan PT. Mandom Indonesia Tbk adalah
pada Rasio Lancarnya lebih besar di PT.
Mandom Indonesia Tbk, Rasio Cepatnya lebih besar di PT. Mandom Indonesia Tbk,
Rasio Cakupan Uang Tunai Lancar lebih besar di PT. Mandom Indonesia Tbk, Hutang terhadap Total
Aktiva lebih besar di PT. Martina
Berto Tbk, Rasio Hutang lebih besar di PT. Martina Berto Tbk.
Jadi, dapat disimpulkan dari analisis neraca antara PT. Martina Berto Tbk dengan PT.
Mandom Indonesia Tbk, hasil dari PT. Mandom Indonesia Tbk lebih
besar hasilnya dari pada di PT.
Martina Berto Tbk.






0 komentar:
Posting Komentar